Paalmerah.com — Kerja sama strategis antara Bank Jambi dan BPJS Ketenagakerjaan mulai menunjukkan dampak konkret terhadap penguatan likuiditas perbankan daerah sekaligus perluasan ekosistem bisnis lokal.
Peningkatan penempatan dana BPJS Ketenagakerjaan di Bank Jambi yang melonjak hingga 5,5 kali lipat dibanding tahun sebelumnya menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan institusi nasional terhadap kinerja bank pembangunan daerah tersebut.
Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, SE., MM, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bank Jambi dalam memperkuat fungsi intermediasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi secara berkelanjutan.
Menurutnya, dana yang dikelola tidak diarahkan berhenti di sektor keuangan semata, melainkan dikembalikan ke masyarakat melalui pembiayaan sektor produktif. Ia menjelaskan, sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan membuka ruang lebih luas bagi Bank Jambi untuk memperbesar kredit UMKM, pembiayaan perumahan pekerja, hingga penguatan rantai pasok usaha lokal. Langkah tersebut diyakini mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
“Ini bukan sekadar kerja sama investasi, tetapi kemitraan strategis untuk membangun ekosistem. Ketika perlindungan pekerja semakin kuat dan akses pembiayaan semakin luas, maka daya beli masyarakat meningkat dan pertumbuhan ekonomi daerah ikut terdorong,” ujar Khairul Suhairi.
Selain memperkuat likuiditas, kerja sama ini juga mempercepat transformasi digital layanan perbankan, terutama dalam mendukung ekosistem kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari transaksi iuran hingga pemanfaatan manfaat layanan tambahan seperti KPR dan renovasi rumah bagi pekerja.
Dari sisi BPJS Ketenagakerjaan, kolaborasi dengan Bank Jambi memberikan kepastian pengelolaan dana peserta yang aman sekaligus produktif. Portofolio investasi yang masih didominasi obligasi dan deposito kini mulai dioptimalkan agar berdampak langsung pada ekonomi riil daerah, terutama sektor UMKM, properti, dan konstruksi.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, menilai sinergi dengan perbankan daerah menjadi kunci perluasan perlindungan sosial ketenagakerjaan sekaligus penguatan ekonomi lokal. Target pertumbuhan kepesertaan nasional hingga 13,27 juta peserta pada 2026 juga dipandang membuka peluang besar bagi pengembangan layanan keuangan berbasis komunitas pekerja.
Di tengah dinamika regulasi OJK dan fluktuasi suku bunga, Bank Jambi turut menawarkan fleksibilitas kuota deposito harian guna menjaga stabilitas likuiditas BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini mempertegas posisi Bank Jambi sebagai mitra strategis jangka panjang, bukan sekadar bank penempatan dana.
Ke depan, kemitraan Bank Jambi dan BPJS Ketenagakerjaan diproyeksikan menjadi model kolaborasi ideal antara lembaga jaminan sosial dan perbankan daerah—menghubungkan dana institusional besar dengan kebutuhan pembiayaan ekonomi lokal. Jika dikelola konsisten, sinergi ini berpotensi menjadi motor pertumbuhan inklusif di Provinsi Jambi, menyatukan perlindungan pekerja dengan ekspansi bisnis daerah secara berkelanjutan.(*)










Discussion about this post