paalmerah.com – Sehubungan dengan adanya isu dan pemberitaan yang berkembang mengenai proses perekrutan anggota baru organisasi pecinta alam yang dikaitkan dengan praktik kekerasan, dengan ini kami menyampaikan klarifikasi resmi sebagai berikut:

1. Pusat Koordinasi Nasional (PKN) Mapala se-Indonesia dan Pusat Koordinasi Daerah Mapala se-Indonesia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun perlakuan yang merendahkan martabat manusia tidak pernah menjadi bagian dari nilai, prinsip, ataupun prosedur resmi perekrutan anggota baru Mapala.
2. Proses penerimaan anggota baru di lingkungan organisasi pecinta alam wajib dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai pendidikan, kebersamaan, solidaritas, kepedulian lingkungan, serta keselamatan. Metode yang menekankan pada kekerasan fisik maupun psikis adalah bentuk penyimpangan yang tidak dapat dibenarkan.
3. PKN Mapala se-Indonesia dan PKD Mapala se-Indonesia mendorong seluruh organisasi Mapala di tingkat perguruan tinggi untuk melaksanakan perekrutan secara terbuka, transparan, serta berbasis pada pembinaan karakter dan keterampilan.
4. Kami mengimbau kepada seluruh pihak, termasuk senior, alumni, maupun pengurus organisasi Mapala, agar berperan aktif mengawasi serta memastikan bahwa tradisi kaderisasi dilakukan secara sehat, mendidik, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan anggota baru.
5. Jika terdapat temuan atau laporan praktik kekerasan dalam proses perekrutan yang mengatasnamakan Mapala, PKN dan PKD Mapala se-Indonesia akan mengambil sikap tegas, melakukan investigasi, serta menyerahkan permasalahan tersebut kepada mekanisme hukum maupun etika organisasi.
6. Kami mengingatkan kembali bahwa Kode Etik Pencinta Alam Indonesia dengan jelas menegaskan:
Pencinta alam sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Pencinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab terhadap Tuhan, bangsa, dan tanah air.
Pencinta alam Indonesia sadar bahwa segenap pencinta alam adalah saudara.
Pencinta alam menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kesetiakawanan, dan solidaritas.
Pencinta alam menghormati harkat dan martabat manusia, serta menolak segala bentuk penindasan maupun kekerasan.
Pencinta alam mengutamakan pendidikan, pengabdian, dan pengembangan diri dengan semangat tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan hidup.
Penegasan
Dengan demikian, dapat kami tegaskan bahwa Pusat Koordinasi Nasional Mapala se-Indonesia dan Pusat Koordinasi Daerah Mapala se-Indonesia tidak pernah melegitimasi kekerasan dalam bentuk apa pun.
Mapala adalah wadah pembelajaran, pengabdian, dan pengembangan diri bagi generasi muda pecinta alam, yang harus dijaga marwahnya agar tetap menjadi ruang aman, sehat, dan bermartabat.










Discussion about this post