Selasa, 7 Juli 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
PaalMerah.com
  • Home
  • Berita
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Viral
  • Advertorial
  • OPINI
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Viral
  • Advertorial
  • OPINI
No Result
View All Result
PaalMerah.com

Pecinta Alam dan Masa Depan: Jangan Sampai Menjadi Generasi yang Kehilangan Arah

Oleh: Jhoni Hadi Hambali

REDAKSI by REDAKSI
Ahad/Minggu, 5 Juli 2026 | 19:49 |
in OPINI
0
Pecinta Alam dan Masa Depan: Jangan Sampai Menjadi Generasi yang Kehilangan Arah
0
SHARES
15
VIEWS
BagikanKirimKirimTweet

Paalmerah.com — Di setiap puncak gunung selalu ada pelajaran yang tidak pernah diajarkan di ruang kelas. Bahwa setinggi apa pun seseorang berdiri, langit tetap berada di atasnya. Bahwa sehebat apa pun manusia merencanakan perjalanan, alam selalu memiliki kuasa untuk mengubah segalanya. Dari sanalah lahir kerendahan hati nilai yang justru mulai langka di zaman ketika manusia merasa mampu mengendalikan semuanya.

Menjadi pecinta alam bukan sekadar mengenakan carrier di punggung, mengibarkan bendera organisasi di puncak gunung, atau mengunggah foto-foto petualangan di media sosial. Pecinta alam adalah cara berpikir, cara memandang kehidupan, dan cara menghormati setiap makhluk yang berbagi ruang hidup dengan manusia.

Ironisnya, ketika krisis lingkungan semakin nyata, kepedulian terhadap alam justru semakin tipis. Hutan ditebang atas nama investasi, sungai dicemari atas nama pertumbuhan ekonomi, dan gunung diperlakukan sebagai objek wisata tanpa batas. Kita sedang menyaksikan paradoks besar: manusia semakin maju dalam teknologi, tetapi semakin jauh dari kebijaksanaan menjaga bumi.

Di sinilah peran pecinta alam menjadi sangat penting. Mereka tidak boleh berhenti menjadi penikmat panorama. Mereka harus menjadi penjaga nurani masyarakat. Suara mereka harus terdengar ketika hutan dibabat, ketika satwa kehilangan habitatnya, dan ketika bencana ekologis dianggap sekadar takdir, padahal banyak di antaranya adalah akibat ulah manusia sendiri.

Namun, pecinta alam juga perlu bercermin. Organisasi yang dahulu dikenal sebagai tempat menempa mental, kepemimpinan, disiplin, dan solidaritas jangan sampai kehilangan ruhnya. Semangat pengabdian tidak boleh kalah oleh pencitraan. Jiwa konservasi tidak boleh tergeser oleh budaya mengejar popularitas. Alam tidak membutuhkan manusia yang sekadar datang untuk berfoto; alam membutuhkan manusia yang mau menjaga dan memperjuangkannya.

Masa depan akan menjadi panggung ujian terbesar. Perubahan iklim, krisis air, cuaca ekstrem, dan kerusakan lingkungan akan menentukan kualitas hidup generasi mendatang. Dalam situasi seperti itu, bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang yang memiliki kesadaran ekologis, keberanian moral, dan kepedulian sosial nilai-nilai yang sejak lama menjadi napas gerakan pecinta alam.

Pada akhirnya, ukuran seorang pecinta alam bukanlah berapa banyak gunung yang pernah didaki atau berapa jauh rimba yang pernah dijelajahi. Ukurannya adalah seberapa besar manfaat yang ia tinggalkan bagi alam dan masyarakat.

Sebab puncak tertinggi seorang pecinta alam bukan berada di atas gunung, melainkan ketika ia mampu menumbuhkan kesadaran bahwa bumi bukan warisan nenek moyang yang bebas dihabiskan, melainkan titipan anak cucu yang wajib dijaga.

Kelak, sejarah tidak akan mengingat siapa yang paling sering mencapai puncak. Sejarah akan mengingat siapa yang tetap berdiri menjaga alam ketika banyak orang memilih berpaling darinya.(*(

Tags: Pecinta Alam
Previous Post

Gubernur Al Haris Letakkan Batu Pertama Pembangunan RSUD Bukit Tengah di Kerinci

Next Post

Pemprov Jambi fasilitasi Nobar Semi Final dan Final Piala Dunia di Kantor dan Rumah Dinas Gubernur

Next Post
Pemprov Jambi fasilitasi Nobar Semi Final dan Final Piala Dunia di Kantor dan Rumah Dinas Gubernur

Pemprov Jambi fasilitasi Nobar Semi Final dan Final Piala Dunia di Kantor dan Rumah Dinas Gubernur

Discussion about this post

Berita Terbaru

  • Pemprov Jambi fasilitasi Nobar Semi Final dan Final Piala Dunia di Kantor dan Rumah Dinas Gubernur 6 Juli 2026
  • Pecinta Alam dan Masa Depan: Jangan Sampai Menjadi Generasi yang Kehilangan Arah 5 Juli 2026
  • Gubernur Al Haris Letakkan Batu Pertama Pembangunan RSUD Bukit Tengah di Kerinci 5 Juli 2026
  • Gubernur Al Haris Dianugerahi Gelar Adat Kehormatan Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh 4 Juli 2026
  • Kebun Bukit Kausar PTPN IV Regional IV Sunat Massal 50 Anak 2 Juli 2026

Berita Terpopuler

  • Sejarah Mapala dan Daftar Lengkap Seluruh Indonesia

    Sejarah Mapala dan Daftar Lengkap Seluruh Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pendaftaran Beasiswa Pemprov Jambi Dibuka. Cek Syarat dan Linknya Disini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasil RDP Komisi V DPR RI Menyimpulkan Operasional Batu Bara Dihentikan Total

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Akan Ambil Langkah Hukum, Terkait Postingan Akun Info seputar Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Jambi Luncurkan Beasiswa Pro-Jambi Cerdas. Beasiswa S1, S2 dan S3 untuk Mahasiswa Tidak Mampu dan Berprestasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

LPKNI

Teh Kayu Aro & Kopi Royal Aro

SELAMAT Dan SUKSES

Sinergi

Facebook Twitter

PT Hadi Media Perkasa

Perum Villa Sentosa Indah
Jalan Sentosa 7 No 25 RT 30, Kel. Bakung Jaya, Kec. Paal Merah, Kota Jambi
Phone: +62 895-3293-75641
Email: hadimediaperkasa@gmail.com

Redaksi | Kode Etik | Pedoman Media Siber

Network

  • Angsoduo.net
  • Jambiflash.com
  • Jambiseru.com
  • Kerinciexpose.com
  • Koranjambi.com
  • SeruTV.com

© 2022 Paalmerah.com | Developed by Websiteku - Onlinekan Sukses-mu!.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Viral
  • Advertorial
  • OPINI

© 2022 Paalmerah.com | Developed by Websiteku - Onlinekan Sukses-mu!.