paalmerah.com – Guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus melestarikan kearifan lokal, Perhimpunan Pengusaha Mikro Jambi resmi menggelar perhelatan akbar bertajuk Festival Budaya dan Pameran UMKM. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (12-14 Februari 2026), terpusat di ikon budaya daerah, Balai Adat Provinsi Jambi, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk unggulan UMKM Jambi, tetapi juga menjadi panggung kreativitas bagi generasi muda. Berbagai kompetisi bernuansa budaya turut memeriahkan suasana, di antaranya lomba mewarnai tingkat TK, vokal solo lagu Melayu Jambi, lomba berpantun, hingga lomba tari kreasi Jambi yang diikuti oleh peserta dengan penuh antusias.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Agus Sartono, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas tingginya partisipasi masyarakat. “Kami menyambut baik semangat luar biasa dari para pelaku UMKM dan seluruh peserta lomba. Terima kasih telah hadir dan bersama-sama memeriahkan acara ini sebagai bentuk kecintaan kita pada budaya Jambi,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Perhimpunan Pengusaha Mikro Jambi, Saut Yansen, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pengusaha mikro dan pelestarian budaya adalah kunci untuk mengangkat potensi daerah ke kancah yang lebih luas.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi panitia dan antusiasme peserta. Melalui festival ini, kami berharap produk UMKM lokal semakin dikenal, sementara nilai-nilai budaya Melayu Jambi tetap terjaga di hati generasi penerus,” ujar Saut Yansen. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan sekaligus memperkokoh identitas budaya di Kota Jambi.










Discussion about this post