Ahad/Minggu, 24 Mei 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
PaalMerah.com
  • Home
  • Berita
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Viral
  • Advertorial
  • OPINI
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Viral
  • Advertorial
  • OPINI
No Result
View All Result
PaalMerah.com

GAYA HIDUP YANG MERACUNI

Editor by Editor
Kamis, 13 Juni 2024 | 00:38 |
in OPINI
0
GAYA HIDUP YANG MERACUNI
0
SHARES
14
VIEWS
BagikanKirimKirimTweet

Paalmera.com – Dalam era digital, konsumerisme telah menjadi bagian integral dari kehidupan mahasiswa. Konsep ini menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan, serta tidak hemat. Gaya hidup konsumerisme ini telah menjalar ke berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

Menjadi mahasiswa berarti menunjukkan sisi yang lebih dewasa dan berwibawa dibanding saat masih SMA. Namun, gaya hidup konsumerisme dapat menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan baik. Konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti kerentanan terhadap kejahatan finansial dan hutang akibat manajemen pengeluaran yang tak terkendali.

Namun pada kenyataan nya yang saya lihat zaman sekarang banyak mahasiswa yang terpengaruh oleh influencer dan selebriti internet yang memamerkan barang-barang mahal dan gaya hidup mewah. Mereka menjadi idola bagi para pengikut yang ingin mencapai kesetaraan status dengan mereka. Hal ini dapat mempengaruhi perilaku mahasiswa, membuat mereka membeli produk-produk tertentu dengan harga yang fantastis dan belum memiliki kesadaran finansial yang cukup.

Kecenderungan perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa sudah menjadi virus yang dapat menimbulkan dampak bagi dirinya sendiri. Sikap dan perilaku mahasiswa, arah perjuangannya tidak ada lagi nilainya. Jika hal ini tidak diperhatikan maka idealisme dan moral mahasiswa akan terkikis sampai ke tingkat yang paling rendah. Tentu saja dampak serius dari fenomena konsumerisme ini, para mahasiswa akan kehilangan banyak waktu untuk belajar dan meningkatkan kemampuan analisisnya. Karena mahasiswa disibukan dengan mengejar trend fashion yang sedang populer. Oleh karena itu, banyak orang tua mahasiswa yang akhirnya mengeluarkan pengeluaran melebihi pendapatannya karena anaknya tergoda untuk menggunakan berbagai barang yang tidak perlu dan tidak memenuhi kebutuhan dasarnya.

Dengan demikian, konsumerisme telah menggiring mahasiswa ke dalam culture of banality (budaya kedangkalan), di mana segala informasi yang mereka terima langsung dicerna mentah-mentah, tanpa diproses, diverifikasi, dan didalami dengan logika kerja pikiran. Kemudian, mahasiswa semakin jauh dengan buku-buku bacaan yang membuat kritis. Tidak hanya itu ,Lingkungan juga menjadi korban dari budaya konsumerisme modern. Transaksi jual beli yang dilakukan secara daring rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak dengan niat buruk, seperti penipuan dan peretasan akun bank. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memiliki edukasi finansial yang cukup dan perlindungan hukum yang jelas.

Untuk mengatasi konsumerisme yang berlebihan, para penjual diharapkan mampu memperhatikan aktivitas konsumen dalam membeli produk-produk secara online. Mereka dapat membatasi diskon berlebih dan menekan pada barang-barang yang dipromosikan oleh toko tersebut, sehingga konsumen tidak mudah terpengaruh dan tergiur oleh promosi tersebut. Dapat disimpulkan, konsumerisme mahasiswa dapat menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memiliki kesadaran finansial yang cukup dan perlindungan hukum yang jelas, serta untuk memperhatikan aktivitas konsumen dalam membeli produk-produk secara online.

Previous Post

Pengukuhan DP KORPRI, Gubernur Al Haris: Kontribusi KORPRI Luar Biasa Bagi Pegawai Negeri

Next Post

PTPN I Regional 3 Lakukan Aksi Tanam Pohon

Next Post
PTPN I Regional 3 Lakukan Aksi Tanam Pohon

PTPN I Regional 3 Lakukan Aksi Tanam Pohon

Discussion about this post

Berita Terbaru

  • Membedakan Kritik dan Upaya Mendelegitimasi Bank Daerah 24 Mei 2026
  • Menguji Ketahanan Bank Daerah di Era Serangan Siber: Mengapa Publik Tidak Perlu Kehilangan Kepercayaan terhadap Bank 9 Jambi 23 Mei 2026
  • Pemprov Hibahkan Lahan untuk Pembangunan KODAM Provinsi Jambi 22 Mei 2026
  • PTPN IV Regional IV Bangun Tempat Wudhu dan Toilet Masjid 22 Mei 2026
  • Lepas JCH Kloter Terakhir BTH 25, Gubernur Al Haris: Semoga Layanan Haji Makin Baik, Jamaah Makin Puas 21 Mei 2026

Berita Terpopuler

  • Sejarah Mapala dan Daftar Lengkap Seluruh Indonesia

    Sejarah Mapala dan Daftar Lengkap Seluruh Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pendaftaran Beasiswa Pemprov Jambi Dibuka. Cek Syarat dan Linknya Disini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasil RDP Komisi V DPR RI Menyimpulkan Operasional Batu Bara Dihentikan Total

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Akan Ambil Langkah Hukum, Terkait Postingan Akun Info seputar Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Jambi Luncurkan Beasiswa Pro-Jambi Cerdas. Beasiswa S1, S2 dan S3 untuk Mahasiswa Tidak Mampu dan Berprestasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

LPKNI

Teh Kayu Aro & Kopi Royal Aro

SELAMAT Dan SUKSES

Sinergi

Facebook Twitter

PT Hadi Media Perkasa

Perum Villa Sentosa Indah
Jalan Sentosa 7 No 25 RT 30, Kel. Bakung Jaya, Kec. Paal Merah, Kota Jambi
Phone: +62 895-3293-75641
Email: hadimediaperkasa@gmail.com

Redaksi | Kode Etik | Pedoman Media Siber

Network

  • Angsoduo.net
  • Jambiflash.com
  • Jambiseru.com
  • Kerinciexpose.com
  • Koranjambi.com
  • SeruTV.com

© 2022 Paalmerah.com | Developed by Websiteku - Onlinekan Sukses-mu!.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Viral
  • Advertorial
  • OPINI

© 2022 Paalmerah.com | Developed by Websiteku - Onlinekan Sukses-mu!.